Hari Ujian Sarjana (Sidang Tugas Akhir)

Standard

Hari sidang.
Hari menuju sidang tidak selancar hasil apalagi proposal
Berikut masalah2 yang timbul berangsur2 sebelum sidang:
1. Laptop buat presentasi gak ada. Saya butuh aplikasi untuk menampilkan layar Android ke Laptop. Dan aplikasi itu tidak jalan di Laptop saya. Saya sudah berusaha untuk minjam Laptop kesana kemari, tp gak ada yang bisa bantu. Sampai di hari H akhirnya saya pakai Laptop saya. Dan beruntungnya tidak ada koreksi sama sekali tentang aplikasi yang saya buat.

2. Printer saya rusak. Astaghfirullah. Kenapa mesti di ujung2 waktu? Kenapa tidak tunggu pas saya sidang baru kamu boleh rusak, printerku. Akhirnya saya menggunakan printer Sepri. Saya harus menginap dirumah Sepri selama 3 hari sebelum sidang itu.

3. Buku metode penelitian tinggal di rumah. Saya bahkan memaksa Sepri untuk mengantar saya pulang kerumah menjemput buku itu. Rumah saya yang jauh berbelasan kilo itu, penuh debu dan mobil besar, dia rela mengantar saya. Saya jadi tidak enak. Makasih ya sep. :-*
Pas sidang ditanya tentang metode pengujian, dan saya tunjukkan bukunya. Alhamdulillah. Gak sia2 perjuangan kamu sep. 😀

3. Tidak ada koneksi internet di ruang sidang. Awalnya saya sudah beli kartu yang bisa akses internet dengan kencang dikampus. Ternyata di lantai 2 tempat saya sidang itu, saya tidak menemukan sinyal sama sekali. Eh tapi ketika saya pergi ke lantai 3, sinyalnya penuh. Haduuhh gimana ini, saya kehabisan cara. Saya panik. Saya mondar-mondar lantai 3,2,1 mencari bantuan. Gak ketemu.

CONT..

Skripsi VS Malas

Standard

Sebenarnya gak ada yg istimewa dalam proses penggarapan skripsi saya. Tapi yang saya banggakan adalah perjuangan mengalahkan rasa malas yang kunjung mengerumuni saya itu patut diacungi jempol (jempol saya sendiri :D). Rasa malas itu seakan2 datang bergerombolan mendemo saya agar saya jangan melakukan apa yang tidak ingin saya lakukan. Dan jadilah saya kalah. Skripsi tidak saya pedulikan. Hobbi nonton film dan main game pun keterusan. Yeaay si pemalas itu menang. Tapi ada beberapa kejadian yang membuat saya tersentak seketika hingga saya ingin bangkit, yaitu kemajuan proses skripsi teman-teman saya. Beberapa orang bahkan sudah wisuda. Ketika saya menghadiri wisudanya, saya melihat baju toga yang berwarna hitam dan berbahan panas itu begitu berharga. Betapa bangganya teman saya itu ketika dia mengenakan baju itu di depan orangtua mereka. Merasakan perjuangan yang selama ini mencurahkan airmata dan keringat akhirnya berbuah manis. Akhirnya gelar itu resmi ia peroleh. Dan hati kecil saya berteriak, “Aku mau! Aku mau baju itu!” kembali membuka skripsi saya yang berdebu dan bersarang laba-laba itu. Cont…

Kesalahan Terbesarku Tentang Cinta

Standard

Aku baru saja pulang. Sebelumnya aku tersesat di negeri antah berantah. Tidak ada orang di situ. Tidak ada petunjuk juga. Aku juga tidak menyangka akan ditinggalkan di negeri itu. Aku hanya mengikuti seorang pria yang datang padaku yang membawaku ke negerinya. Dia juga bersedia memberiku pertolongan. Selama ini juga sudah ada beberapa orang pria yang mencoba membawaku untuk pergi ke negeri mereka. Tapi aku tidak begitu mempercayai mereka. Aku hanya sempat menerima sambutan tangannya. Tapi di tengah jalan, aku memutuskan untuk berhenti dan pulang. Sampai pada akhirnya ada seseorang lagi yang datang padaku.

Waktu itu aku butuh arah agar aku bisa menentukan jalan yang benar. Dia menawarkan bantuan padaku. Untuk tahap pertama, aku menerima. Tapi di dalam hati aku yakin tidak akan lebih dari ini. Aku hanya menerima kebaikan yang datang padaku. Namun waktu berkata lain. Aku tertarik. Aku menerima sambutan tangannya. Aku mengikuti kemana dia pergi. Aku tidak ingin melepaskan gandengan tangan kami. Aku bahkan tidak peduli dia juga sedang menggandeng tangan lain. Aku juga tidak peduli dia datang dari masalalu yang buruk. Yang aku rasakan aku selalu ingin tangannya membelai kepalaku dengan lembut. Aku ingin melakukan pembicaraan apapun dengannya. Aku mempercayainya sepenuh hatiku. Aku merasa dibawa terbang melihat seluruh dunia. Betapa bahagianya aku saat itu.

Namun, sampai di ujung jalan aku tersadar. Aku tidak merasakan gandengan apapun. Dia menghilang. Dan yang ada di sekelilingku hanya negeri berkabut. Tidak ada orang, tidak ada petunjuk. Aku berteriak. Aku menangis. Dimana orang yg membawaku kesini. Semua bahagiaku hilang dalam sekejap. Aku merasa tidak tau jalan pulang. Aku menyesal.

Aku baru teringat ada orang terdekatku yang mencegahku untuk pergi bersamanya. Tapi aku tidak mendengar larangan itu. Aku bahkan menyuruhnya untuk tidak peduli dengan siapa yang aku pilih. Namun, orang itu akhirnya menolongku. Dia menjemputku pulang. Dia membuka mata dan hatiku supaya aku lebih pintar memilih siapa yang harus aku percaya. Aku sungguh terharu.

Dan aku tersadar. Ternyata aku masih belum dewasa. Aku masih belum bisa mengendalikan emosi. Aku tidak bisa menahan diriku untuk menyukai sesuatu walaupun aku tahu itu berakibat buruk. Sampai sekarang aku tidak mengerti mengapa ia meninggalkanku di negeri yang begitu asing. Dia juga meninggalkan kata-kata manis yang dulu membuatku senyum-senyum sendiri. Tapi sekarang, kata-kata itu justru membuatku tertawa sendiri diatas kebodohanku yang menerima sambutan penuh kebohongan itu.

Tapi ini bukan hal buruk, melainkan pelajaran. Pelajaran bahwa aku harus memikirkan dampak baik dan buruknya sebelum bertindak.

Satu hal yang aku percaya bahwa, Pengorbanan sebelum menikah itu hanyalah dari pria. Apapun itu, pria akan melakukan apapun untuk agar dia bisa diterima sebagai calon suami. Dan setelah menikah, istri akan berkorban begitu besar untuk suaminya. Tapi, wanita akan berusaha menjadi calon istri yang baik, agar dia dipilih oleh calon suami.
Dan aku bersyukur karena aku belum mengorbankan apapun selain hati. Hati yang sebelumnya sempat retak, kini kembali utuh sempurna. Aku senang ini tidak butuh waktu lama.

Mondok itu ANEH tapi SERU

Standard

Kali ini saya akan bercerita tentang kehidupan saya di pesantren dulu.
Sebenarnya pengen ngepost sebuah info, tapi bahan-bahannya belum siap. Dan kebetulan ini saya tulis dari hp sambil tiduran. Hehehe Ga bisa tidur soalnya. Karena ga bisa tidur, tiba-tiba teringatlah masa kehidupan di pesantren dulu yang aneh tapi lucu dan mengesankan.

Ini ceritaku di pondok MTs Darel Hikmah Pekanbaru.

Dari mulut ke mulut, saya dengar disana itu harus bangun subuh tepatnya JAM 4 SUBUH, mandi, sholat subuh ke mesjid, ngaji, makannya dari dari sekolah, nyuci baju sendiri, nyuci piring sendiri, bersihin asrama. HAH? Apa-apaan itu? Biasanya saya paling cepat dibangunin mama saya jam 6 pagi karena harus berangkat sekolah. Kalau bangun jam 4 subuh paling pas bulan Ramadhan karena harus sahur. Sholat subuh sangat jarang saya lakukan di mesjid. Paling pas hari minggu karena ada didikan subuh(kekekeke) . Waktu kecil itu saya masih enggan banget makan dirumah orang. Kalau nasinya lembek biasanya saya gak akan makan, paling lauknya doang yang diabisin. Gimana di pesantren? Makan masakan orang tiap hari. GILA!! gimana kalau nasinya lembek terus, dan saya gak mau makan dan akhirnya mati mengenaskan di asrama.
Yang ada di pikiran saya mampukah saya menjalani semua ini? Seorang anak kecil yang baru tamat SD, akan dihadapkan dengan keadaan yang tidak pernah dia alami sebelumnya. Harus nginap ditempat bukan rumahnya, jauh dari orangtua, jauh dari adek-adek, menjalani semua kegiatan sendiri-sendiri. Dengan mandiri. Lah saya, nginap di tempat selain dirumah aja rindunya udah setengah mati sama mama, apalagi menjalani kegiatan yang seabrek layaknya orang dewasa. Saya ngerasa mental saya belum siap menjalani semua itu. Minggu-minggu pertama kalau nggak ada kegiatan pasti teringat mama, ujung-ujungnya nangis. Sebelum Bangun subuh, kalau gak bangun dihukum. Ngeliatin jadwalnya perjamnya pastiii ada kegiatan. Saya benar-benar akan memasuki kehidupan yang baru.

Pertama kali menginjak wilayah pondok di tahun 2002 itu…banyak perasaan saya campur aduk. Senang karena sudah masuk SMP. Sedih karena harus pisah dari mama sama 2 adek saya. Takut karena omongan orang-orang tentang pesantren ditambah jadwalnya yang mengerikan. Tapi memang Almarhum papa yang baru meninggal bulan Januari sebelumnya pengen saya sekolah di pesantren. Waktu itu keluarga kami baru pindah dari Gobah. Papa beli rumah di panam dan setelah saya tamat SD kami pindah ke Panam. Jadilah saya didaftarkan di Darel Hikmah yang berada di Panam.

Saya dapat kamar di lantai 2 asrama Al-Azhar, asrama 2 lantai berada di wilayah paling belakang di dekat rumah makan. Satu kamar luasnya sekitar 5x5m, isinya 16 orang. Parah kan? Kalau sekedar dibayangin emang mustahil. Tapi kalau dilihat langsung pas kok buat 16 orang. (Hehe..) Masing-masing dapat 1 lemari, 1 ranjang, 1 kasur, 1 bantal dan sarungnya dan 2 sprei. Untuk mandi, ada 1 kamar mandi besar untuk 1 asrama. Sudah paslah untuk biaya masuknya yang murah.

Awal-awalnya para santri masih manja. Baju kotor dibawa pulang, sambal dibawain dari rumah(termasuk saya, hehe). Tapi setelah beberapa bulan, semua sudah menjadi kebiasaan. Nyuci baju sendiri. Nyuci piring kotor sendiri. Kadang nitip sama teman yang kebetulan juga nyuci piring. Kadang juga ditumpuk-tumpuk ntar kalau udah gak ada piring bersih lagi baru dicuci.

Ini jadwal perhari nya :

1. Bangun jam 4.30, langsung mandi, sholat subuh (walaupun masih ngantuk-ngantuknya).Kalau udah dekat azan, kakak mudabirot(lupa ejaannya apa, :D) alias kakak pengurus asrama bakal gedor pintu, mukul-mukul ranjang pake kayu supaya kami semua bangun. Sumpah itu suaranya nyebelin banget (̾˘̶̀̾ ̯˘̶́̾ ̾̾’̾̾)̾ , ranjang dipukul-pukul itu kan getarannya langsung sampe ke telinga. \(“▔□▔)/ GR>=)RRRR…!!! Itu dihitung-hitung, Satu! Dua! Tiga! Dalam hitungan sekian masih belum sampai mesjid, bakal dihukum.

Setelah sholat subuh dilanjutin dengan mengaji dan pulang jam 6. Bagi yang males ngaji ada juga yang curi-curi kesempatan langsung pulang ke asrama tapi itu biasanya yang senior, kalo anak baru gak berani. Hihihi…

2. Jam 6.30. Siap-siap bawa piring, sendok dan gelas ke rumah makan. Disana udah ada kakak-kakak OSDH (Organisasi Santri Darel Hikmah) alias kakak pengurus seluruh santri yang bagikan sarapan. Karena santri kelas 1 baru masuk jadi pembagiannya antri sampe kira-kira 10 meter. Karena biasanya yang udah senior males sarapan.

3. Setelah makan semua santri segera bersiap-siap pergi sekolah. Kami santri baru yang masih polos banget masih pakai baju bebas dengan gaya yang culun.

Beberapa keculunan yang melekat pada santri baru menurut ‘tradisi pesantren’ (untuk pakaian sekolah):

a. Model pakaian yang dipakai. Model yang stylish menurut di pesantren itu adalah :

-Baju. Baju sekolah yang gaul itu adalah membuka jahitan sisi kiri kanan baju dari atas pinggul sampai habis kebawah (panjang bajunya tepat pas diatas lutut). Ada yang bikin baju baru dengan ukuran yang pas-pas badan, pas-pas pinggul tapi gak terlalu ketat karena itu dilarang. Untuk baju putih-putih, pas dicuci dikasih belau supaya warnanya jadi putih kebiru2an (biar keliatan keren, B) )

– Rok. Rok yang gantung itu culun banget. Kalo bisa rok itu sampai ke lantai, itu baru gaul, B-) Jadi kalau rok mereka udah sempit dan gantung, mereka bakal bikin rok baru yang panjangnya melebihi panjang kaki(jadi nyapu lantai gitu) dengan belah berlipat-lipat tapi tertutup dibagian belakang. (Tapi saya ga bikin sih, karena rok saya yang udah sangat sempit banget itu saya buka resletingnya supaya gak gantung dan lagian saya gak gaul :-[ )

– Jilbab. Jilbabnya ada dua, jilbab segiempat dan jilbab sorong. Untuk jilbab segiempat para santri akan membentuk runcing sisi jilbab yang diatas ubun-ubun. Kalau berbentuk bulat atau petak maka dia ‘culun’ atau ‘jadul’. Karena ustadzah-ustadzah disitu gaya jilbabnya bulat atau petak gitu, makanya disebut jadul. Sebutan ini gak menjadi bahan cemoohan, cuma cukup tau aja.
Kemudian untuk jilbab sorong, jilbab ini udah ada dari tahun dulu-dulu (kalau sekarang udah punah :-\) Jilbab kaos yang ada talinya diikatkan ke belakang.

Ukurannya minimal menutupi dada. Ada juga yang pake diatas dada, asal gak ketahuan aja sama OSDH.
Nah untuk jilbab yang ukuran panjang mencapai perut, mereka akan menaikkan sisi kiri kanan jilbab ke bahu. Jadi gak keliatan terlalu panjang. Kesannya supaya gak terlalu alim.

b. Tas. Bagi santri ‘Tas’ itu cuma dipakai ketika pulang ke rumah di waktu liburan ataupun karena sakit. Karena apa? Seberat apapun buku yang mereka bawa, santri senior gak pernah bawa yang namanya ‘tas’ ke sekolah. Mereka hanya bawa buku dan alat tulis. Saya bahkan dulu pernah bawa setumpuk buku setinggi 30 cm, karena ada kamus John M. Echols, Hehe. Jadi kalau ada yang bawa tas, maka dia adalah santri baru atau dia anak ‘rajin’

4. Akhir weekend = hari kamis, hari jumat = libur, hari senin = upacara (kalau sekarang udah gak lagi, udah disamain dengan diluar pesantren). Hari yang saya tidak suka adalah hari sabtu karena selalu upacara, dan memang dari SD sampai SMA pun saya tidak suka upacara (HAHAHA! warga negara macam apa saya ini Ҩ(° ̯˚)Ҩ ). Jadi setelah makan, kalau hari senin langsung ke lapangan upacara. Itu juga sama kayak pergi sholat, dihitung-hitung sama kakak OSDH. Bagi yang telat dihukum.
Kalo hari sabtu kan langsung upacara, baru masuk kelas dan mulai belajar. Kalo hari lainnya(lupa hari apa) biasanya 2 kali seminggu ada muhadasah di kelas masing-masing sekitar 15 menit sebelum lonceng sekolah bunyi. Muhadasah yaitu latihan conversation dalam bahasa arab atau inggris. Jadi kakak OSDH bakal ngasih percakapan pendek, terus nanti diucapin bersama dalam satu kelas.

CONT…

First Posting : Postingan Di Malam Raya Idul Adha

Standard

Emmm…
Bingung,
Blog ini dibuat tahun 2012 dan sekarang udah oktober 2013. Udah setahun lebih masih aja BINGUNG!
Pengen nulis kegiatan yang waaaw dalam hidup aku. Nulis apa yang aku suka dan ga suka. Nulis tentang info2 yg bermanfaat. Tp dimulai dari mana kemana, itu memang langkah yg susah banget, berhubung aku bukan penulis dan juga ga suka baca 😀
Ibarat orang merantau, pergi ke negri yg sama sekali asing bagi dia. Nggak tau mau kemana, tggal dimana, makan apa,
Yg jelas apa yg ada aja dulu, mau tidur emperan toko kek, di kolong jembatan, yg jelas untuk sementara dia udah nyampe dgn selamat.
Sama kyk tulisan ini. Karena ini tulisan pertama, aku ga tau tema nya apa, tujuannya apa, menariknya dimana, bodo amat, yg jelas ini tulisan pertama. Titik! *dihajar masa

Kemaren sih sempat ada postingan tapi postingan goblok(udah dihapus juga :D) sama koleksi foto-foto idolaku.

Tp ngomong2 tentang nulis, pernah entah karena mukjizat apa
Dulu tu waktu SD, aku pernah jadi kandidat untuk diikutkan lomba mengarang.
Jujur dulu aku mikirnya, “loh kok aku” “loh kok saya buk?”
Memang ada sedikit pikiran sadar, bahwa memang gaya tulisanku lumayan dewasa (anak ingusan sok dewasa… B) )
Tp tetap aja, ada juga pikiran sadar bahwa tulisanku ini terlalu ribet. Yang seharusnya dibikin simple 1 baris malah jadi 1 paragraf.
Justru ketika disuruh bikin 1 paragraf, lah aku nya yg kewalahan nyari kata2. Tapi untuk seukuran anak SD, lumayan bisa lah (huahaha)

Dulu, itu dulu..

Sekarang?
Beeuhh..
Lebih parah!!
Ini aja deh, tulisan yg lagi aku tulis ini udah banyak bgt salahnya. Terlalu banyak koma, banyak singkatan. Masalah banyak singkatan itu karena kebiasaan bro. Sering chat, sms, buat status, keseringan disingkat. Ga mungkin juga kan aku preteli lagi satu persatu terus diperbaiki kata2 yg disingkat. Oke, ini hanya tulisan pertama, gapapa.
Trus yg kebanyakan koma, ini memang karena aku orang yang ga pandai nulis, jadi ya gitu deh (suka2 gue, huauahuauahaha)

Yaudah deh, ini udah jam setengah 4.
Posting kali ini cuma pengen ngeksis doang, ngebuktiin klo yang punya masih hidup. Hehehe

Bentar lagi raya haji.
Lagi ga kedapetan sholat, jadi ntar pagi dirumah aja.
Menyedihkan. 😦

Bagi-Bagi Gadget Gratis

Standard

Ihhh WAW ada yang gratis!!

Ini serius loh…

Awalnya sih gak percaya juga, tapi apa salahnya kan dicoba, lagian kan gak nyedot biaya alias GRATIS TIS TIS !!!

Mau tau cara nya?

CHECK IT OUT!!

1. Buka link ini http://www.xpango.com?ref=92817508

2. Trus kamu Sign Out, masukin data2 kamu, pilih barang yg kamu inginkan, bakal ada alamat juga kemana barang yg kamu pilih akan dikirim

3. Trus nanti pas di kotak terakhir ada Refferal ID, itu dibiarian aja, nanti kamu bakal dapet juga Refferal ID kamu

4. Term and condition nya di centang, baru deh register.

5. Tunggu aja email konfirmasi ke email kamu, disitu ada Refferal ID kamu dan Credits Needed (Point yang harus dikumpulkan) berdasarkan barang yang kamu pilih

6. Tugas kamu adalah mengajak teman kamu darimanapun untuk register ke situs dengan nilai 1 Credit = 1 akun. Caranya dengan mempromosikan situs ini melalui apa aja, blog, facebook, twitter, atau apapun itu. Ganti link yang akan kamu promosikan dengan Referral Link yang sudah dikirimkan melalui email kamu.

7. Tugas kamu akan selesai stelah Credits Needed terpenuhi dan barang yang kamu pilih pun akan segera dikirimkan ke alamat kamu

Sebagai contoh : misalnya kamu pilih Apple iPhone 5, dengan Credits Needed: 50, berarti kamu harus mengajak 50 orang teman kamu untuk register. Gampang kan? Cukup Register, trus promosiin, tggl nunggu pointnya penuh.

Sip dah, SELAMAT MENCOBA